Selamat Hari Lingkungan Hidup Dunia, Mari Lindungi Lingkungan dari Korupsi!

Posted on Updated on

Pagi itu cuaca cukup cerah ketika Raung dan Umba berjalan menaiki jembatan penyeberangan menuju kantor KPK bersama rombongan relawan Greenpeace. Sudah banyak kerumunan wartawan yang ikut menyambut kedatangan mereka. Fotografer juga langsung mengambil posisi untuk mengambil foto kedua sosok yang telah menjadi ikon mewakili lingkungan Indonesia dalampemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden tahun ini.

Ada sebuah banner kuning besar dengan tulisan “Lindungi Lingkungan dari Korupsi” yang disandingkan dengan papan besar yang berisi daftar kekayaan alam Indonesia dari hutan, laut, sungai juga energi terbarukan. Menarik karena informasi singkat tersebut tidak sering diperdebatkan dalam dunia perpolitikan Pemilu saat ini.

Menilik kepada kedua kubu kandidat Presiden dan Wakil Presiden, belum ada satupun dari mereka yang berkomitmen kuat dalam perlindungan dan penyelamatan alam lingkungan Indonesia saat ini. Kekayaan alam kita luar biasa besarnya, tetapi apakah mereka harus dilindungi atau justru dipandang sebagai hanya sekedar sumber pemasukan negara yang besar sehingga bisa terus menerus dieksploitasi tanpa batas?

Potensi laut kita sangat besar, diperkirakan potensi lestari sumber daya ikan (SDI) mencapai 6.520.100 ton per tahun yang saat ini sedang terancam oleh praktek illegal dan over fishing, pencemaran dan perubahan iklim.

Hutan kita yang tersisa sampai dengan tahun 2012 seluas 94,348,000 hektar dari 132,549,508 hektar yang pernah ada. Juga lahan gambut Indonesia seluas 21.538.807 hektar namun sampai dengan tahun 2011 yang tersisa hanya 10,822,763 hektar. Era pemerintahan ke depan harus mempunyai langkah juga kebijakan yang kuat untuk tidak lagi membuatnya semakin berkurang dan berkurang dan akhirnya habis.

Indonesia termasuk 10 negara kaya air sedunia dimana secara nasional, ketersediaan (potensi) air di Indonesia mencapai 694 milyar meter kubik per tahun. Tetapi sadarkan kita bahwa sungai sebagai sumber-sumber air utama kita telah banyak diracuni oleh limbah-limbah industri karena tidak ada kebijakan dan penegakan hukum yang kuat dari Pemerintah?

Energi adalah kebutuhan dasar sebuah pembangunan. Sumber-sumber energi kita janganlah dilihat hanya sebagai sumber uang semata. Tetapi seberapa amankah sumber energi tersebut untuk lingkungan? Indonesia telah dinobatkan sebagai pengekspor batubara terbesar di dunia. Mengapa batubara dengan daya rusak lingkungan yang luar biasa besar juga menghasilkan emisi karbon yang tinggi masih saja menjadi pilihan sumber energi kita? Kenapa kita tidak lebih bangga apabila bisa menghentikan ketergantungan kita terhadap energi fosil dan memanfaatkan energi terbarukan agar bisa menjadi lebih  mandiri dan berdaulat?

Di Hari Lingkungan Hidup Dunia ini mari kita bersama merenungkan pertanyaan ini: Akan dibawa kemana lingkungan Indonesia?

Ini adalah saat penting bagi bangsa Indonesia, apakah pilihan kita telah berjanji untuk menyelamatkan kekayaan alam Indonesia sehingga kita bisa mewarisinya kepada anak cucu kita nanti? Apabila tidak, bergabunglah bersama kami untuk terus memberi desakan kepada para kandidat Presiden dan Wakil Presiden untuk memperkuat visi misi mereka terhadap penyelamatan lingkungan Indonesia. Bergabung dalam gerakan 100% Indonesia Hijau Damai.

Ditulis oleh: 

Sumber

Advertisements